fbpx
27.8 C
Jakarta
Kamis, 22 Februari 2024

Keterampilan Teknis yang Harus Anda Kuasai sebagai Desainer UI/UX

Desain UI/UX adalah salah satu bidang desain kreatif paling populer saat ini, dan mudah untuk terjebak dalam kegembiraan di sekitarnya. Lagi pula, sebagai profesional desain UI/UX, Anda dapat bekerja sebagai desainer visual, desainer produk, atau desainer inti UI, dan lain-lain.

Namun, menjadi desainer UI/UX yang lengkap membutuhkan lebih dari sekadar kegembiraan. Artikel ini akan membahas keterampilan teknis yang harus Anda pelajari untuk berkembang di UI/UX ke depannya. Mari selami.

1. Informasi Arsitektur

Arsitektur informasi melibatkan pengorganisasian konten halaman web atau aplikasi dalam pola tertentu. Ini mencakup pelabelan fitur, navigasi, dan fungsi pencarian, sehingga memudahkan pengguna untuk menavigasi situs atau aplikasi.

Meskipun desain UI dan UX berbeda, sebagai desainer UI/UX, Anda harus mempertimbangkan bagaimana pengguna akan berinteraksi dengan produk Anda dan membantu mereka menemukan apa yang mereka inginkan. Untuk mencapai ini, Anda harus mempelajari apa yang merupakan arsitektur informasi yang baik.

Sebaliknya, Anda dapat mengambil kelas online dengan panduan dan tutorial untuk berkonsultasi. Anda juga dapat membuat peta situs dari aplikasi atau situs web yang Anda sukai. Dengan cara ini, Anda akan dapat mengidentifikasi apa yang Anda perlukan untuk membuat arsitektur informasi yang fantastis.

2. Riset Pengguna

Memahami apa yang diinginkan dan disukai pengguna adalah kunci untuk menciptakan produk yang menarik. Karenanya, Anda harus tahu cara meneliti audiens Anda. Penelitian ini mungkin mengharuskan Anda untuk mengidentifikasi target persona dan mempelajari, mengumpulkan, dan menganalisis data tentang mereka.

Tentu saja, Anda harus memilih metode riset dan analisis yang tepat untuk meningkatkan produk Anda. Ini termasuk melakukan wawancara dan survei pengguna, membuat grup fokus, dan menyusun laporan dari diskusi yang tidak terstruktur. Ini sangat penting ketika Anda sampai pada tahap pembuatan prototipe, di mana memasukkan umpan balik pengguna bisa menjadi lebih penting.

Selanjutnya, Anda harus tahu bagaimana melakukan pengujian kegunaan, yang melibatkan wireframing dan prototyping. Ini dibahas di bawah ini.

Baca Juga:  Alasan Mengapa Mendesain dalam Grayscale Akan Meningkatkan Desain UX/UI

3. Wireframing & Prototyping


Wireframing melibatkan pembuatan kerangka kerja yang mendukung antarmuka pengguna. Sebagai desainer UI/UX, Anda akan membuat wireframe yang menampilkan fitur spesifik, presentasinya, dan posisinya dalam frame. Jadi, Anda harus tahu cara merepresentasikan elemen UI secara visual seperti tombol CTA, gambar, dan menu untuk pengalaman pengguna yang mudah.

Pembuatan prototipe, di sisi lain, melibatkan pengujian fungsionalitas dan navigasi halaman. Ini memungkinkan Anda untuk mendapatkan umpan balik tentang produk dari pengguna, asalkan itu adalah fidelitas tinggi (digital), bukan fidelitas rendah (pena dan kertas). Setelah menyelesaikan pembuatan prototipe, Anda akan membuat maket–model visual situs atau aplikasi yang realistis.

Kedua proses wireframing dan prototyping memerlukan perencanaan dan fleksibilitas yang cermat, karena memasukkan umpan balik pengguna ke dalam maket akhir sangatlah penting. Tentu saja, Anda akan melakukan bagian terakhir menggunakan alat seperti InVision dan Marvel.

4. Penulisan UX

Tulisan UX adalah tulisan yang Anda temukan di dalam aplikasi atau halaman web yang memandu pengalaman Anda, memberi tahu apa yang perlu Anda ketahui dan ke mana Anda harus pergi selanjutnya. Ini adalah ceruk yang mencakup tulisan tentang segala hal mulai dari halaman orientasi dan petunjuk aplikasi hingga pesan kesalahan.

Anda harus mempelajari cara menulis salinan UX (juga dikenal sebagai salinan mikro) untuk menambah nilai bagi karier Anda. Anda dapat melakukannya dengan meningkatkan keterampilan bahasa Anda dan mempelajari mikrokopi yang baik. Mikrokopi terbaik bersifat lugas, praktis, dan mencerminkan nilai merek sekaligus menyatu dengan desain visual produk Anda.

Jika Anda seorang desainer UI/UX lepas, Anda harus menambahkan penulisan UX ke daftar keahlian Anda. Dengan begitu, Anda bisa memberikan nilai lebih kepada klien. Saat melakukannya, Anda harus tahu cara menghitung jam proyek freelance Anda secara akurat.

5. Coding


Meskipun Anda tidak harus menjadi full-stack developer, pengetahuan pengkodean dapat membantu meningkatkan komunikasi antara Anda sebagai desainer UI/UX dan pengembang perangkat lunak. Selain itu, pengetahuan dasar CSS dan HTML bisa sangat berharga jika Anda perlu menangani masalah teknis kecil dengan desain situs web.

Baca Juga:  Pengembangan Perangkat Lunak Teratas di tahun 2023

Selain itu, Anda mungkin perlu menguji fitur pada produk yang Anda rancang tanpa menunggu bantuan dari pengembang. Dengan demikian, Anda lebih cenderung melihat fitur apa yang terlihat terbaik dan desain apa yang dapat Anda buat secara realistis.

Terakhir, keahlian tambahan dapat meningkatkan kemampuan kerja Anda jika Anda ingin bekerja untuk klien atau perusahaan yang lebih kecil yang membutuhkan rangkaian keahlian yang luas. Ini juga akan mempermudah transisi ke pengembangan UI atau rekayasa UX.

6. Agile (Project Management)

Manajemen proyek menjadi lebih penting dalam area desain UI/UX saat ini. Meskipun Anda mungkin tidak terlibat dalam perencanaan proyek, tepat waktu dari tahap pembuatan ide ke tahap pengiriman proyek sangat penting untuk kesuksesan. Tentu saja, Anda harus mempelajari beberapa perangkat lunak manajemen proyek terbaik.

Oleh karena itu, memahami Agile sangatlah penting. Agile adalah seperangkat praktik manajemen proyek yang menggunakan teknik iteratif untuk membangun produk dan sangat populer dalam pengembangan perangkat lunak.

Sebagai desainer UI/UX, Anda akan bekerja dalam tim yang terdiri dari pengembang perangkat lunak dan profesional lainnya, dan memahami kerangka kerja mereka untuk manajemen produk dapat menjadi kunci hubungan kerja yang baik. Tentu saja, ini juga merupakan keterampilan yang bagus untuk dicantumkan di resume Anda.

Tingkatkan Keterampilan Desain UI/UX Anda

Mengembangkan keterampilan desain UI/UX Anda adalah cara jitu untuk berhasil dalam industri yang sangat kompetitif. Selain itu, pengetahuan tentang berbagai subjek desain dan kemahiran dalam bidang pelengkap akan membantu Anda menonjol di mata calon pemberi kerja dan membawa Anda lebih jauh sebagai desainer UI/UX.

Desain UI/UX adalah salah satu bidang desain kreatif paling populer saat ini, dan mudah untuk terjebak dalam kegembiraan di sekitarnya. Lagi pula, sebagai profesional desain UI/UX, Anda dapat bekerja sebagai desainer visual, desainer produk, atau desainer inti UI, dan lain-lain.

Namun, menjadi desainer UI/UX yang lengkap membutuhkan lebih dari sekadar kegembiraan. Artikel ini akan membahas keterampilan teknis yang harus Anda pelajari untuk berkembang di UI/UX ke depannya. Mari selami.

1. Informasi Arsitektur

Arsitektur informasi melibatkan pengorganisasian konten halaman web atau aplikasi dalam pola tertentu. Ini mencakup pelabelan fitur, navigasi, dan fungsi pencarian, sehingga memudahkan pengguna untuk menavigasi situs atau aplikasi.

Meskipun desain UI dan UX berbeda, sebagai desainer UI/UX, Anda harus mempertimbangkan bagaimana pengguna akan berinteraksi dengan produk Anda dan membantu mereka menemukan apa yang mereka inginkan. Untuk mencapai ini, Anda harus mempelajari apa yang merupakan arsitektur informasi yang baik.

Sebaliknya, Anda dapat mengambil kelas online dengan panduan dan tutorial untuk berkonsultasi. Anda juga dapat membuat peta situs dari aplikasi atau situs web yang Anda sukai. Dengan cara ini, Anda akan dapat mengidentifikasi apa yang Anda perlukan untuk membuat arsitektur informasi yang fantastis.

2. Riset Pengguna

Memahami apa yang diinginkan dan disukai pengguna adalah kunci untuk menciptakan produk yang menarik. Karenanya, Anda harus tahu cara meneliti audiens Anda. Penelitian ini mungkin mengharuskan Anda untuk mengidentifikasi target persona dan mempelajari, mengumpulkan, dan menganalisis data tentang mereka.

Tentu saja, Anda harus memilih metode riset dan analisis yang tepat untuk meningkatkan produk Anda. Ini termasuk melakukan wawancara dan survei pengguna, membuat grup fokus, dan menyusun laporan dari diskusi yang tidak terstruktur. Ini sangat penting ketika Anda sampai pada tahap pembuatan prototipe, di mana memasukkan umpan balik pengguna bisa menjadi lebih penting.

Selanjutnya, Anda harus tahu bagaimana melakukan pengujian kegunaan, yang melibatkan wireframing dan prototyping. Ini dibahas di bawah ini.

Baca Juga:  Panduan Penting untuk Desain UI/UX Aplikasi Seluler

3. Wireframing & Prototyping


Wireframing melibatkan pembuatan kerangka kerja yang mendukung antarmuka pengguna. Sebagai desainer UI/UX, Anda akan membuat wireframe yang menampilkan fitur spesifik, presentasinya, dan posisinya dalam frame. Jadi, Anda harus tahu cara merepresentasikan elemen UI secara visual seperti tombol CTA, gambar, dan menu untuk pengalaman pengguna yang mudah.

Pembuatan prototipe, di sisi lain, melibatkan pengujian fungsionalitas dan navigasi halaman. Ini memungkinkan Anda untuk mendapatkan umpan balik tentang produk dari pengguna, asalkan itu adalah fidelitas tinggi (digital), bukan fidelitas rendah (pena dan kertas). Setelah menyelesaikan pembuatan prototipe, Anda akan membuat maket–model visual situs atau aplikasi yang realistis.

Kedua proses wireframing dan prototyping memerlukan perencanaan dan fleksibilitas yang cermat, karena memasukkan umpan balik pengguna ke dalam maket akhir sangatlah penting. Tentu saja, Anda akan melakukan bagian terakhir menggunakan alat seperti InVision dan Marvel.

4. Penulisan UX

Tulisan UX adalah tulisan yang Anda temukan di dalam aplikasi atau halaman web yang memandu pengalaman Anda, memberi tahu apa yang perlu Anda ketahui dan ke mana Anda harus pergi selanjutnya. Ini adalah ceruk yang mencakup tulisan tentang segala hal mulai dari halaman orientasi dan petunjuk aplikasi hingga pesan kesalahan.

Anda harus mempelajari cara menulis salinan UX (juga dikenal sebagai salinan mikro) untuk menambah nilai bagi karier Anda. Anda dapat melakukannya dengan meningkatkan keterampilan bahasa Anda dan mempelajari mikrokopi yang baik. Mikrokopi terbaik bersifat lugas, praktis, dan mencerminkan nilai merek sekaligus menyatu dengan desain visual produk Anda.

Jika Anda seorang desainer UI/UX lepas, Anda harus menambahkan penulisan UX ke daftar keahlian Anda. Dengan begitu, Anda bisa memberikan nilai lebih kepada klien. Saat melakukannya, Anda harus tahu cara menghitung jam proyek freelance Anda secara akurat.

5. Coding


Meskipun Anda tidak harus menjadi full-stack developer, pengetahuan pengkodean dapat membantu meningkatkan komunikasi antara Anda sebagai desainer UI/UX dan pengembang perangkat lunak. Selain itu, pengetahuan dasar CSS dan HTML bisa sangat berharga jika Anda perlu menangani masalah teknis kecil dengan desain situs web.

Baca Juga:  Pengembangan Perangkat Lunak Teratas di tahun 2023

Selain itu, Anda mungkin perlu menguji fitur pada produk yang Anda rancang tanpa menunggu bantuan dari pengembang. Dengan demikian, Anda lebih cenderung melihat fitur apa yang terlihat terbaik dan desain apa yang dapat Anda buat secara realistis.

Terakhir, keahlian tambahan dapat meningkatkan kemampuan kerja Anda jika Anda ingin bekerja untuk klien atau perusahaan yang lebih kecil yang membutuhkan rangkaian keahlian yang luas. Ini juga akan mempermudah transisi ke pengembangan UI atau rekayasa UX.

6. Agile (Project Management)

Manajemen proyek menjadi lebih penting dalam area desain UI/UX saat ini. Meskipun Anda mungkin tidak terlibat dalam perencanaan proyek, tepat waktu dari tahap pembuatan ide ke tahap pengiriman proyek sangat penting untuk kesuksesan. Tentu saja, Anda harus mempelajari beberapa perangkat lunak manajemen proyek terbaik.

Oleh karena itu, memahami Agile sangatlah penting. Agile adalah seperangkat praktik manajemen proyek yang menggunakan teknik iteratif untuk membangun produk dan sangat populer dalam pengembangan perangkat lunak.

Sebagai desainer UI/UX, Anda akan bekerja dalam tim yang terdiri dari pengembang perangkat lunak dan profesional lainnya, dan memahami kerangka kerja mereka untuk manajemen produk dapat menjadi kunci hubungan kerja yang baik. Tentu saja, ini juga merupakan keterampilan yang bagus untuk dicantumkan di resume Anda.

Tingkatkan Keterampilan Desain UI/UX Anda

Mengembangkan keterampilan desain UI/UX Anda adalah cara jitu untuk berhasil dalam industri yang sangat kompetitif. Selain itu, pengetahuan tentang berbagai subjek desain dan kemahiran dalam bidang pelengkap akan membantu Anda menonjol di mata calon pemberi kerja dan membawa Anda lebih jauh sebagai desainer UI/UX.

Untuk mendapatkan Berita & Review menarik Saksenengku Network
Google News

Artikel Terkait

Populer

Artikel Terbaru